Pengalaman Saat Membeli Tanah 100 M2 Pertama

Masim “Vavai” Sugianto
2 min readApr 16, 2024

Sewaktu bekerja sebagai operator produksi (karyawan pabrik) di Cikarang Bekasi, saya tidak memiliki bayangan untuk memiliki tanah atau sawah. Mengapa? Karena pendapatan saya hanya cukup untuk sehari-hari, itupun untuk bujangan yang belum menikah.

Sewaktu bekerja sebagai staff IT kemudian meningkat sebagai supervisor IT di perusahaan, juga belum ada bayangan untuk investasi tanah atau sawah, karena pendapatan hanya cukup untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Padahal saya sudah menyadari pentingnya investasi untuk masa depan, baik dalam bentuk fisik (tanah, sawah, emas) maupun dalam bentuk non fisik (saham, reksadana dan lain-lain)

Sampai akhirnya berpikir, mau sampai kapan mencari alasan dan tidak berusaha mencari solusi? Hal itu yang kemudian memicu upaya untuk mengumpulkan tabungan, dari recehan dan dari menahan diri membeli sesuatu, mengurangi jajan maupun berusaha mencari tambahan pendapatan.

Sekitar tahun 2012 ada tetangga yang menjual tanahnya. Luasnya 100 meter persegi. Harga per meter persegi saat itu 250 ribu rupiah. Berarti butuh uang 25 juta rupiah belum termasuk biaya surat.

Saya berdiskusi dengan keluarga. Akhirnya kami urunan. Saya memiliki uang 10 juta rupiah. Adik saya punya 9 juta, hasil dari uang kondangan tamu yang datang saat ia menikah :-D

. Ibu saya menjual perhiasan mendapatkan uang 6 juta rupiah. Akhirnya tanah 100 meter terbeli dari hasil urunan. Penuh perjuangan. Mesti dengan bantuan keluarga agar bisa mendapatkannya.

Setelah itu, saya mencicil untuk melunasi pinjaman uang dari adik saya. Setelah itu melunasi pinjaman ke ibu saya. Barulah tanah 100 meter persegi itu menjadi hak milik saya. Sekarang tanah itu ada di samping toko pertanian Zeze Zahra di Tambun Bekasi.

Saat ini harga pasaran tanah di sekitar situ sekitar 1 juta rupiah per meter persegi. Tiap kali kita membeli sesuatu, rasanya uangnya tidak pernah sampai. Namun jika secara kalkulasi dan intuisi masuk akal, seharusnya investasi tanah seperti ini bisa menguntungkan, apalagi jika kita rajin dan telaten dalam mendayagunakannya.

Catatan : Ilustrasi foto adalah saat Qchen adik saya melihat calon lokasi rumah kabin Zeze Zahra di tahun 2021. Saat itu masih membayang-bayangkan :-P

Originally published at https://www.vavai.com on April 16, 2024.

--

--

Masim “Vavai” Sugianto

Traveller, Open Source Enthusiast & Book Lover. Works as Independent Worker & Self-Employer. https://www.excellent.co.id #BisnisHavingFun https://www.vavai.com