Tips Meningkatkan Kualitas Manajemen Proyek Pribadi : Paralel dan Perulangan

Masim “Vavai” Sugianto
3 min readMar 7, 2023

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya : Tips Meningkatkan Kualitas Manajemen Proyek Pribadi : Pengelompokan dan Penjadwalan

Jika kita sudah mengelompokkan dan menjadwalkan list pekerjaan atau tugas yang akan dilakukan, tahap selanjutnya kita bisa mereview pekerjaan mana yang bisa dilakukan secara paralel.

Sebagai contoh kecil misalnya membersihkan kuku secara rutin setiap minggu, itu bisa dilakukan secara bersamaan sambil belajar bahasa Inggris melalui Youtube channel. Telinga kita mendengarkan pembelajaran secara audio sedangkan tangan kita membersihkan atau menggunting kuku.

Contoh lain misalnya minum obat atau vitamin, bisa dilakukan sambil melakukan training secara online. Bisa juga olah raga sambil mendengarkan video motivasi, pembelajaran, pengajian atau menonton video pengetahuan melalui Curiositystream atau Netflix.

Saya sering mandi sambil mendengarkan audio book atau kadang membaca artikel sambil makan siang, meski memang ada kalanya juga fokus hanya di satu kegiatan saja. Kebetulan kebiasaan membaca sambil makan ini memang sering saya lakukan sejak kecil, sejak masih sekolah dasar.

Secara prinsip, semua pekerjaan yang masih bisa dilakukan secara bersamaan bisa dilakukan langsung agar bisa lebih efektif dan efisien. Biasanya kita melakukan kegiatan paralel yang berbeda panca indera, misalnya yang satu berupa visual atau indera penglihatan sedangkan satunya berupa audio atau indera pendengaran.

Jika kegiatannya menggunakan satu panca indera yang sama, tentu tidak memungkinkan. Misalnya mengikuti training pemrogramman secara online sambil mendengarkan musik, tentu jadi bertabrakan. Contoh lain misalnya menghapalkan ayat al quran sambil nonton video National Geographic, bisa jadi konsentrasinya buyar karena keduanya melibatkan indera pendengaran.

Kegiatan secara paralel ini bisa berjalan efektif dan efisien karena kita bisa mengisi waktu yang dihemat untu keperluan lain yang lebih bermanfaat.

Setelah dikelompokkan, dijadwalkan dan dilakukan secara paralel, tahap selanjutnya adalah perulangan atau iterasi. Perulangan maksudnya adalah melakukan kegiatan yang sama secara berulang agar menjadi kebiasaan. Agar menjadi habit dan lifestyle atau gaya hidup.

Saya mengacu pada prinsip Atomic Habits disini. Yaitu bahwa 1% improvement yang dilakukan secara rutin terus menerus akan menghasilkan “tremendeous result” atau hasil yang luar biasa.

Sebagai contoh, kita sudah menentukan beberapa kegiatan olah raga. Sudah menjadwalkannya dan sudah melakukannya secara paralel. Berarti tahap selanjutnya adalah melakukan perulangan, agar kita menanamkan mindset bahwa kegiatan olah raga itu adalah bagian dari kebiasaan baik setiap hari. Bukan karena ingin mencapai tujuan sesaat saja, misalnya hanya untuk menurunkan berat badan saja.

Saya mulai berolah raga dengan menjadwalkan kegiatan melalui Asana. Saya menggunakan aplikasi Workout di smartphone. Awalnya hanya beberapa gerakan singkat, selesai hanya dalam waktu 5 menit saja.

Setelah beberapa lama, prosesnya terus berulang dan jumlah gerakan semakin banyak. Waktunya juga bertambah secara bertahap. Sekarang saya olahraga dengan total 16 gerakan workout dan dalam waktu lebih dari 30 menit. Itu semua diawali dari hanya 5 gerakan dalam 5 menit.

Jika kita melakukannya secara rutin dan menjadikannya sebagai kebiasaan, kita bisa memetik manfaat atomic habits, yaitu mendapatkan hasil signifikan dalam jangka waktu panjang, meski yang kita lakukan hanya sebatas improvement 1% saja.

Originally published at https://www.vavai.com on March 7, 2023.

--

--

Masim “Vavai” Sugianto

Traveller, Open Source Enthusiast & Book Lover. Works as Independent Worker & Self-Employer. https://www.excellent.co.id #BisnisHavingFun https://www.vavai.com